Pages

Tampilkan postingan dengan label Perangkat Lunak Jaringan Lanjut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perangkat Lunak Jaringan Lanjut. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juli 2016

WEB SERVER

WEB SERVER
Web server merupakan software yang memberikan layanan data yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman -halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML.

Cara Kerja WebServer :


  1. Client disini dapat berupa komputer desktop dengan minimal memiliki browser dangan terhubung ke web server melalui jaringan (intranet atau internet).
  2. Komputer yang berfungsi sebagai server, dimana didalamnya terdapat perangkat lunak web server, agar komputer ini dapat diakses oleh client maka komputer harus terhubung ke jaringan (intranet atau internet).
  3. Pertama, client (user) akan meminta suatu halaman ke (web) server untuk ditampilkan di komputer client. Misalnya client mengetikkan suatu alamat (biasa disebut URL) di browser http://www.google.com. Client menekan tombol Enter atau klik tombol Go pada browser. Lalu apa yang terjadi? Melalui media jaringan (bisa internet, bisa intranet) dan melalui protokol http, akan dicarilah komputer bernama www.google.com. Jika ditemukan, maka seolah-olah terjadi permintaan, “hai google, ada client yang minta halaman utama nich, ada dimana halamannya?”. Inilah yang disebut request.
  4. Sekarang dari sisi server (web server). Mendapat permintaan halaman utama google dari client, si server akan mencari-cari di komputernya halaman sesuai permintaan. Jika ditemukan, maka halaman yang diminta akan dikirimkan ke client (si peminta), namun jika tidak ditemukan, maka server akan memberi pesan “404. Page Not Found”, yang artinya halaman tidak ditemukan.

Hal yang paling utama dalam proses pembuatan web server adalah memilih software mana yang akan digunakan sebagai web server yang akan digunan. Untuk itu perlu adanya pertimbangan sebagai berikut :

  1. Lisensi dari software yang akan digunakan (freeware, shareware atau komersial).
  2. Kemudahan instalasi.
  3. Kemudahan dalam mengatur konfigurasi.
  4. Kemudahan untuk menambah atau mengubah peripheralnya.
  5. Kemampuan Software.
  6. Besar ruang yang dibutuhkan untuk menyimpan file-file minimal yang dibutuhkan agar software dapat berfungsi dengan baik.
  7. Prospek software tersebut dimasa yang akan datang.
  8. Performasi dan konsumsi sumber daya yang digunakan software itu.
  9. Fasilitas apa yang mampu didukung oleh software itu.
  10. Dukungan teknis (mempunyai site-site atau milis untuk bertanya bila terjadi masalah).
  11. Dukungan platform (jenis sistem operasi apa saja yang dapat menjalankan software tersebut).
  12. Dukungan terhadap third party (apakah software ini dapat ditambahkan software tambahan sebagai pelengkap).

Tugas WebServer :

  • Availability (Ketersediaan), layanan pada webserveriniharusup and run untukmemenuhirequest dari client.
  • Secure (Aman), layanan harus aman dan tidak mudah di akses oleh orang yang tidak punya otorisasi untuk mengaksesnya karena webserver merupakan jantung daripada informasi dan konten website.
  • Patching danUpgrade, untukmengurangikelemahan dari pada keamanan webserver.
  • User Managament, Disiplin seorang administrator untuk memaintain webserver

Macam-Macam WebServer :
•Open Source Platform

  • Apache
  • Savant
  • Roxen
  • Lamp
  • Jigsaw
  • Xitami
  • Aolserver
  • Zope
•Propietary Platform
 Microsoft Internet Information Services (IIS)

WebServer Apache :
Apache merupakan webserver yang paling banyak dipergunakan diinternet. Program ini pertama kali didesain untuk sistem operasi lingkungan UNIX. Namun demikian, pada beberapa versi berikutnya Apache mengeluarkan programnya yang dapat dijalankan di Windows NT. Apache mempunyai program pendukung yang cukup banyak. Hal ini memberikan layanan yang cukup lengkap bagi penggunanya. Beberapa dukungan Apache :

  • KontrolAkses
  • CGI (Common Gateway Interface)
  • PHP (Personal Home Page/PHP Hypertext Processor);
  • SSI (Server Side Includes)

Kelebihan Apache :

  • Apache termasuk dalam kategori freeware.
  • Apache mudah sekali proses instalasinya jika dibanding webserver lainnya seperti NCSA, IIS, dan lain-lain.
  • Mampu beroperasi pada berbagai platform sistem operasi.
  • Mudah mengatur konfigurasinya. Apache hanya mempunyai empat file konfigurasi.
  • Mudah dalam menambahkan peripheral lainnya kedalam platform webservernya.

Contoh Praktek Pada CentOS :




Selasa, 07 Juni 2016

DNS Server

Pengertian DNS Server


DNS server adalah server yang dapat melayani permintaan dari client untuk mengetahui alamat yang digunakan oleh sebuah domain. Jadi, misalnya kita ingin mengakses facebook.com, maka server DNS akan mencari alamat dari facebook agar komputer kita dapat terhubung dengan facebook. Biasanya untuk menggunakan Server DNS, kita harus memasukan alamatnya dari server tersebut dalam pengaturan IP address di komputer kita. Biasanya privider-provider penyedian jasa internet sudah menyediakan alamat dari DNS server yang bisa kamu gunakan.Jika kamu menggunakan router, kamu bisa membuat DNS server sendiri, kemudian alamat dari router tersebut bisa kamu gunakan sebagai DNS di komputermu. Namun, yang tetap berperan dalam pencarian alamat IP tetaplah DNS server yang dimiliki oleh provider.

Ketika alamat IP dari sebuah website sudah bisa diketahui, komputer kita akan melakukan cache DNS. Ketika komputer kita sudah mengetahui alamat dari sebuah website, komputer kita akan mengingatnya. Sehingga jika ingin mengaksesnya kembali, tidak perlu lagi melakukan pencarian alamat IP website tersebut.

Cara kerja DNS Server





  1. Server DNS lokal (biasanya terletak pada jaringan ISP) untuk menanyakan IP Addressummgl.ac.id(1)
  2. Server DNS lokal akan melihat ke dalam cache-nya (2)
  3. Jika data itu ADA di dalam cache server DNS server lokal, maka server tersebut akan memberikan alamat IP tersebut ke Browser (5)‏
  4. Jika TIDAK, maka server tersebut mengontak server DNS di atasnya (biasanya disebut Root DNS server) untuk mengetahui alamat IP dari DNS server yang mengelola domain ummgl.ac.id
  5. Jika domain ummgl.ac.id bena-benar exist, maka Root DNS akan mendapatkan alamat IP server DNS ummgl.ac.id, kemudian alamat itu dikirim ke server DNS lokal kita (3)‏
  6. Server DNS lokal akan mengontak Server DNS ummgl.ac.id untuk menanyakan alamat IP dari ummgl.ac.id, dan Server DNS te.ugm.ac.id memberikan data alamat IPummgl.ac.id (4)‏
  7. Server DNS lokal memberitahu alamat IP untuk te.ugm.ac.id kepada Browser/Client (PC kita). (5)
  8. Kemudian kita menggunakan alamat itu untuk diisikan ke dalam IP Packet untuk menghubungi te.ugm.ac.id


Berikut ini adalah flowchartnya :



Konfigurasi DNS Server


1. Buka centos lalu masuk ke super user dengan perintah 
     su  -
     passwd : centos 6


2.  Lalu, periksa apakah paket bind sudah terinstall beserta dependency nya dengan perintah
     rpm -qa | grep bind




3. Maka hasil dari  perintah diatas adalah sebagai berikut :




4. Jika paket bind dan bind chroot belum terinstall maka kita gunakan perintah

    yum -y install bind-chroot bind-utils





Lebih jelasnya tampilan yang akan keluar adalah seperti berikut yang mendakan paket bind sudah terinstall:



5. Untuk memastikan bahwa Bind memang bekerja di lingkungan ‘chroot’, kita dapat melihatnya dengan perintah berikut:
cd  /var/named/chroot



Selasa, 17 Mei 2016

Domain Name System (DNS)

A. Sejarah DNS

Sebelum adanya DNS, tahun 1970-an ARPAnet menggunakan pemetaan dengan bentuk tabel host pada berkas HOSTS.TXTHOSTS.TXT berisi nama host dan alamat IP serta pemetaannya dari seluruh mesin/komputer yang terhubung dalam jaringan.Ketika ada komputer lain yang terhubung ke jaringan ARPAnet maka masing-masing komputer dalam jaringan tersebut harus memperbaharui berkas HOSTS.TXT-nya.Cara meng-update berkas HOSTS.TXT dengan menggunakan ftp setiap satu atau dua minggu sekali.Masalah ketika jaringan menjadi semakin  besar. Kesulitan meng-update isi berkas HOSTS.TXT karena jumlah nama mesin/ komputer yang dituliskan sudah terlalu besar dan tidak efisien.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYHlb0kAz9dsqfq_5PUoWns8aOhDo9-y5AfX2IKGn9xmJuCeP2klAmAWMkb6_Xf8_0_n_SxUryB3dkFpagd18UDxpoxOmbtye1LynYip4dgxCQ-mLLkrohDxpFn4fLImY51VVdGltoCtlH/s1600/


B. Pengertian DNS Server

Ketika jaringan internet belum banyak (host yang terpasang masih sedikit), pemetaan alamat ke nama dan sebaliknya dapat diletakkan pada file host di setiap host. Saat ini, jaringan Internet sudah sangat luas (cakupannya seluruh dunia) tidak mungkin pemetaan menggunakan file host yang diletakkan di setiap host yang tersambung ke Internet. Perlu server DNS yang khusus menangani pemetaan nomor menjadi alamat dan sebaliknya. 

Resolver and name server

Sebuah program aplikasi pada host yang mengaksesdomain system disebut sebagai resolver. Resolver mengontak DNS server, yang biasa disebut name server.
DNS server mengembalikan IP address ke resolver yang meneruskan ke aplikasi yang membutuhkan IP address

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhzbg49WfIjoJA0DHGCpLZUwh4jUFcVtbTSGkgy4Nqy3E7o82Cyf-sAMd8paSIrN2DkJgAoPLAE5s7TBVaXGe39DxjGx1HBGPEn2bs92NdgZQrhDFFuLGHU2urRBEy42ugrvSdwbvsRAmp/s1600/

C. Cara Kerja DNS Server


  1. Saat user merequest suatu alamat (misalnya www.facebook.com) dari host pribadi (oman.com – 202.53.232.114), maka host tersebut akan menanyakan pada name server lokal untuk mencari dimanakah www.facebook.com berada
  2. Name server (202.154.63.2) akan mencari request tersebut di database lokal. Jika tidak ada, maka name server akan mengontak root DNS servernya, siapa yang memegang domain untuk facebook.com
  3. Root server akan memberitahu IP address server DNS dari alamat www.facebook.com. DNS server lokal akan mengontak server DNS yang mengelola www.facebook.com. Kemudian DNS server tersebut akan memberitahu IP address dari www.facebook.com. baru host Oman dapat me-request www.facebook.com dengan IP address yang diberikan. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGtgaFQm31yeo79HQUSUlaUE-iKLsZNOEwaWifCFsuXrQ4hUpxMrPwvz0is2Q_T4WULD2pniuiThzxdkUTtjA7oEV7uJT7LJ6bx_3wlspBBLM7HpkyabmWvwVBZAzDF-hqiDlaCNBG8IOh/s1600/

D. Informasi DNS


  • IP address   
  • Canonical Name
  • Mail Exchanger
  • Informasi Hardware
  • Sistem Operasi
  • Hostname

Implementasi DNS


  • DNS server 
  1. /etc/named
  2. named.boot
  3. zona file
  • Resolver
  1. /etc/resolv.conf   
  2. /etc/host.conf

Implementasi Host Table


  1. /etc/hosts
  2. /windows/hosts
Format Penulisan : <ip_address> <hostname> <cname>

Contoh  /etc/hosts
- 167.205.22.123 maingtw.paume.itb.ac.id.
- 167.205.22.124 www.itb.ac.id. www
- 127.0.0.1 localhost

Alasan menggunakan  /etc/hosts :

  1. Jumlah host sedikit
  2. Jaringan tidak terhubung ke Internet
  3. /etc/hosts digunakan oleh NIS (pada Sun)
  4. Tidak semua host pakai UNIX


E. Struktur Hierarki DNS

1. Root-Level Domains Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hierarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain.

2. Top-Level Domains (TLD)                                                                                                    

  • Domain Generik                                                                                                                         - com , net , gov , mil , org , edu , int                                                                                             - Selain 7 domain di atas ada lagi 7 domain baru dari ICANN (www.icann.org) yaitu: aero, biz, coop, info , museum , name , pro                                                                                                                                                                                                                                                
  • Domain Negara                                                                                                                             - Contoh: id untuk Indonesia, au untuk Australia, uk untuk Inggris, dan lain-lain.                         - Domain negara ini dapat dan umumnya diturunkan lagi ke level-level di bawahnya yang diatur oleh NIC dari masing-masing negara, untuk Indonesia yaitu IDNIC. Contoh level bawah dari id yaitu net.id, co.id, web.id.                                                                                                                                                                                                                                                
  • Domain Arpa                                                                                                                           - Merupakan domain untuk jaringan ARPAnet. Tiap domain yang tergabung ke Internet berhak memiliki name-space .in-addr.arpa sesuai dengan alamat IP-nya.
3. Second-Level Domains, contoh : training.yadipoer.com
4. Host Names                                                                                                                          
    
    a. Penamaan Hirarkis/Bertingkat

  • Penamaan hirarkis (hierarchical name space) yaitu sistem penamaan yang terdiri dari beberapa bagian
  • Tiap-tiap bagian (tingkat) menunjukkan sebuah kelompok yang sama. Misal, tingkat pertama menunjukkan sifat organisasi, tingkat kedua menunjukkan nama organisasi, tingkat ketiga menunjukkan departemen organisasi, dan seterusnya sehingga menunjukkan domain yang lebih kecil
  • Nama yang sama dapat dibedakan berdasarkan hirarki yang berbeda, misal 3 buah mesin memiliki nama sama yaitu“jeruk” untuk tiga buah domain yaitu uny.edu, ugm.edu, mampir.com. Maka tiga mesin akan memiliki nama hirarki: jeruk.uny.edu, jeruk.ugm.edu, dan jeruk.mampir.com.
  • Penamaan hirarkis diperlukan agar lebih mudah dalam mengingat nama domain 

    b. Ruang nama domain

  • Ruang nama domain (domain name space) digunakan untuk membuat penamaan hirarkis.
  • Dibuat dalam bentuk struktur pohon terbalik (inverted-tree structure) dengan akar (root) berada di atas
  • Pohon terdiri dari 128 tingkat atau level (level 0 adalah root dan 127 level berikutnya untuk cabang)
  • Setiap node (titik) memiliki label dengan ukuran maksimal 63 karakter 
  • Setiap label antar node dipisahkan dengan tanda titik (.)
  • Setiap nama domain dibaca mulai dari bawah (level paling besar) menuju ke level 0 (root) 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKTPi8an9yWGMh0veqaDqQFusOw27C05tXsB66tqfvpCXuuop97NgU41VpOJ1T55a4ajcTH2MCKM7BFXOtLICRFXZeX42wje9m_cl1nRNRMFcOAd0LItMvI2gdAcUyFSfZ5wO_Zvy5oyIy/s1600/

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwJHa4Rxqn5jvBRRg7NyFdfQcSY-75wxpOCOLkxB4bSEhZ3D5S7M1WRNQyeOlsv4zdfv73u7wpTvslmch9-CoJ0b-d1ckEHiIqoPSFvi8O3D6Arlko5e-9fyyDna4u3Kk28m8klq8JPe-p/s1600/


   c. Label domain Umum

  • com : organisasi komersial
  • edu : institusi pendidikan
  • gov : institusi pemerintah
  • int : organisasi internasional
  • mil : kelompok militer
  • net : pusat layanan jaringan
  • org : organisasi sosial (nonprofit) 

    d. Label domain umum baru

  • aero : perusahaan penerbangan
  • biz   : bisnis hampir sama dg “com”
  • coop : organisasi bisnis kooperatif
  • info  : penyedia layanan informasi
  • museum : museum dan lembaga non profit lainnya
  • name : nama person (individual)
  • pro : organisasi profrsional individu 

   e. Label domain negara

  • Berdasarkan singkatan nama negara. Misalnya: us (Amerika), uk (Inggris), jp (Jepang), my (Malaysia), id (Indonesia), au (Australia), fr (Perancis), dll.
   f. Pesan dalam DNS

  • Query: terdiri dari header dan data pertanyaan
  • Response: terdiri dari header, data pertanyaan, data jawaban, data authoritative, dan data tambahan

F. Macam-macam Record DNS


  1. A : alamat (32-bit IP Address IPv4 )
  2. NS : Nama server (server yang bertanggung jawab zona)
  3. CNAME : Nama lain (alias)
  4. SOA : Start of authority, data pertama dalam file zona
  5. WKS : Well-known service, layanan jaringan untuk host
  6. PTR : Pointer, mengubah IP Address menjadi nama domain
  7. HINFO : Informasi host
  8. MX : Pertukaran mail, mengarahkan mail ke server mail
  9. AAAA : Alamat untuk IPv6
  10. AXFR : Permintaan untuk transfer seluruh zona
  11. ANY : Permintaan seluruh records 

 Contoh host file :
- localhost IN A 127.0.0.1
- elka IN A 192.168.0.1
- IN MX 5 elka.ft.uny.ac.id
- elektronika IN CNAME elka.ft.uny.ac.id

G. Keunggulan DNS


  1. Mudah
  2. Konsisten
  3. Simple
1. File-File Konfigurasi Standard

  •     named.conf di dalam /etc
// generated by named-bootconf.pl
options {
directory "/var/named";
/*
* If there is a firewall between you and nameservers you want
* to talk to, you might need to uncomment the query-source
* directive below. Previous versions of BIND always asked
* questions using port 53, but BIND 8.1 uses an unprivileged
* port by default.
*/
// query-source address * port 53;
};
//
// a caching only nameserver config
//
controls {
 inet 127.0.0.1 allow { localhost; };
};

1. Directory untuk menempatkan file zone 
2. Blok untuk mengatur akses
zone "." IN {
• type hint;
• file "named.ca";
•};

zone "localhost" IN {
• type master;
• file "localhost.zone";
• allow-update { none; };
•};

zone "0.0.127.in-addr.arpa" IN {
• type master;
• file "named.local";
• allow-update { none; };
•};

3. Zone untuk root 
4. Zone untuk localhost 
5. Zone untuk reverse address

# named.ca di dalam /var/named

• Dikenal sebagai cache file untuk DNS
• Berisikan daftar world root servers 

•; This file holds the information on root name servers needed to
•; initialize cache of Internet domain name servers
•; (e.g. reference this file in the "cache . <file>"
•; configuration file of BIND domain name servers).
•;
•;This file is made available by InterNIC
•; under anonymous FTP as
•; file /domain/named.cache
•; on server FTP.INTERNIC.NET
•;
•; last update: Nov 5, 2002
•; related version of root zone: 2002110501
•;
•;
•; formerly NS.INTERNIC.NET
•;
•. 3600000 IN NS A.ROOT-SERVERS.NET.
•A.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 A 198.41.0.4
•;
•; formerly NS1.ISI.EDU
•;
•. 3600000 NS B.ROOT-SERVERS.NET.
•B.ROOT-SERVERS.NET. 3600000 A 128.9.0.107
•;
•; formerly C.PSI.NET
•;
•. 3600000 NS C.ROOT-SERVERS.NET.


# named.local di dalam /var/named

• Berisikan informasi tentang localhost
• Berisikan info untuk me-resolv loopback address untuk localhost
• @ IN SOA localhost. root.localhost. (
• 1997022700 ; Serial
• 28800 ; Refresh
• 14400 ; Retry
• 3600000 ; Expire
• 86400 ) ; Minimum
• IN NS localhost.
•1 IN PTR localhost. 

 # named.rev

• Menyediakan informasi untuk reserve lookups.
• Digunakan untuk mengetahui nama dari suatu host berdasarkan IP 
•63.154.202.in-addr.arpa. IN SOA ns1.pens-its.edu. admin.pens-its.edu. 
• 2000081012 ; Serial
• 28800 ; Refresh
• 14400 ; Retry
• 3600000 ; Expire
• 86400 ) ; Minimum
• IN NS ns1.pens-its.edu.
• IN NS ns2.pens-its.edu.
•4 IN PTR www.pens-its.edu.
•5 IN PTR ies.pens-its.edu.
•6 IN PTR elerning.pens-its.edu. 


Jika ingin membuat master server maka harus ada:
# file zone -> mapping dari nama ke IP


• File zone berisikan resource record (RR) tentang IP address
• File ZONE akan diawali oleh SOA yang merupakan penanda bahwa name server 
   tersebut adalah merupakan sumber yang sah untuk domain tersebut
• SATU zone file HANYA akan punya SATU SOA 

   SOA
•@ IN SOA main.tactechnology.com. mail.tactechnology.com. (
•2000052101 ; Serial
•8h ;Refresh
•2h ;Retry
•1w ;Expire
•1d) ;Minimum TTL
•SOA seperti ini adalah Start Of Authority untuk domain yang di spesifikasikan 
  di named.conf
•Nama server yang sah adalah main.technology.com
•Mail-address dari administratornya adalah mail.tatechnology
SOA
•Serial : Serial number dari file zone tersebut
•Refresh : waktu yang dibutuhkan untuk me-refresh data
•Retry : waktu yang dibutuhkan untuk menunggu sebelum berusaha mengontak
 server utama jika ada kegagalan
•Expire : jika secondary master gagal mengontak server utama dalam waktu 
  ini maka database tentang domain tersebut akan dibuang
•TTL: Time to live untuk menentukan berapa lama data disimpan 
 dalam cache 

Resource Record
• NS — NAME SERVERS
–Menunjukkan nama “name server”.
• A — THE IP ADDRESS FOR THE NAME
– Menunjukkan nomor IP “name server”.
• PTR — POINTER FOR ADDRESS NAME MAPPING
– Digunakan untuk menunjuk name server
• CNAME — CANONICAL NAME
– Menunjukkan nama real host.
• MX — MAIL EXCHANGE RECORD
– Menunjukkan sebagai mail server pada domain tersebut. 

# file reverse zone -> mapping dari IP ke nama 


Praktikum mengkoneksikan ip address dengan menggunakan DNS

1.      Langkah pertama yang dilakukan yaitu masuk ke super user dengan perintah su – dan masukkan password : centos6


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioPnRUv85WSbyVCAJA94i-xAWU0VIbtmkZF3GzKgGlS2Ag6B4kXVNOdkTyOoEdEideBL6Uk8CviyIzrgfnnD36NFKT0V_aaOFyXxCARtJlQgplcftT6IEeI2Hb4pozXnIWeIfTYg1cEqeM/s320/



2.      Langkah kedua yaitu masukkan perintah vi /etc/hosts untuk melihat isi dari editor vi



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkHrwzgJZaohy38VMBu_XLN1GneAXPlp3s8-0Iib8dZd9qudslGoY7TJNZDi3IBIGoEDhIcGgLo9WgV-9U1egUMAjMjznaeYq57TiPX7NncMylsNFvolbHb5r_poHOztHVCSS-LeG3rFF0/s1600/



Kemudian kita tambahkan alamat ip pada editor vi dengan cara menekan esc+shift+i
Dan isi dengan alamat ip yang ditujukan untuk dapat terkoneksi dengan ip tersebut yaitu masukkan alamat ip yang dituju misalnya 192.168.1.41 ade ade.com kemudian  keluar dengan perintah :wq!



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLyh8cZ7qQwPbercb9xYgNh-iVzfGN9UoSirbPlJThZrY5Kjh6YYXeZ-2HbrIydMO1g8T8jEiZlczmuFW6qhoyMgZ-d9vhrna7CnetyWm611xUHr_BWo1M7E2O86MKiw-wtnDTi1bwCZPU/s1600/


3.    Langkah selanjutnya kita buat perintah ping 192.168.1.41 untuk melihat apa sudah terkoneksi atau belum. Jika muncul hasil seperti gambar dibawah ini maka kita sudah berhasil untuk terkoneksi dengan alamat ip tersebut . Dan jangan lupa untuk melakukan perintah ctrl+c untuk menghentikan akses data yang sedang berjalan pada alamat ip 192.168.1.41.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzZcOeAnvuyd0n-10FZtZ_uqIpUpAdTDd6CidVytedjZ6bczX3dYN1r1WBe2YQ5HmVbigLgTAuasnLPyp3pxLkMdRw9Z3AdBwc6L_na-z-6ShSX16bC7M1Jfs4u9yFqINxEQd4n-YghvEl/s1600/





https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzdyqURg3XqyCRcQX-6EQX6k1dlSBR1yMBCHETHsGR5XVdv2U_-D0RMZfGjvNpfqeasusDeQMYthV_wPvu5H2cFZ5ktAJpDs2fKEK3Syty9wEg1JQBqgJ97VX3NdLPePmNMPc7XMQs5TC-/s1600/


4.      Kemudian lakukan perintah sshOS01@ade.com maka akan meminta password kemudian isikan password opensource01 maka akan muncul gambar dibawah ini :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgY5yhNLMzFCzywfsmOlaYwvcQwCVbHAxncXvw_0Of2bwR-AYDFiiTyUrDWCtFlK7YErFJLlrdt9HhymH_bCQa-p2cTAgoTJssjqDFoeoVFSOp3ltf-ycbyFDRSBch7qqCV6DQlnKfYfLW4/s1600/

Kamis, 14 April 2016

SSH (Secure Shell)

SSH merupakan singkatan dari Secure Shell yang adalah aplikasi pengganti remote login seperti telnet, rsh, dan rlogin, yang jauh lebih aman. Fungsi utama aplikasi ini adalah untuk mengakses mesin secara remote. Sama seperti telnet, SSH Client menyediakan User dengan  Shell untuk remote ke mesin. Tidak seperti telnet, SSH menyediakan koneksi enkripsi antara klien dengan server. Dalam prakteknya, penggunaan menggunakan telnet dan ssh seperti perbedaan dengan mengakses website biasa dengan website yang lebih aman (HTTPS). SSHdirancang untuk menggantikan service-service di sistem unix/linux yang menggunakan sistemplain-text seperti telnet, ftp, rlogin, rshrcpdll). 

Untuk menggantikan fungsi ftp dapat digunakan sftp (secure ftp), sedangkan untukmenggantikan rcp (remote copydapat digunakan scp (secure copy). Dengan SSH, semuapercakapan antara server dan klien di-enkripsiArtinyaapabila percakapan tersebutdisadappenyadap tidak mungkin memahami isinyaImplementasi SSH yang banyak dipakai saatini adalah OpenSSH. Aplikasi ini telah dimasukkan kedalam berbagai macam distribusi linux. Redhat Linux versi 9 sudah menyediakan program tersebut dalam format RPM. 


Protokol SSH menyediakan layanan sebagai berikut :

  • Pada saat awal terjadinya koneksi, client melakukan pengecekkan apakah host yang dihubungi sudah terdaftar pada client atau tidak.
  • Client mengirimkan proses autentifikasi ke server menggunakan teknik enkripsi 128 bit.
  • Semua data yang dikirimkan dan diterima menggunakan teknik enkripsi 128 bit sehingga sangat sulit dibaca tanpa mengetahui kode enkripsinya.
  • Client dapat memforward aplikasi Xwindows/X11 ke server, layanan ini dibuat.

Cara Kerja SSH :

  • Langkah 1 : Client melakukan koneksi ke port SSH ( 22 ) dan mengirimkan sebuah pesan bahwa client ingin membentuk sebuah hubungan informasi yang aman
  • Langkah 2 : Client dan server menyetujui untuk menggunakan sesi SSH tertentu. Nah, sesi disini dalam arti apakah menggunakan SSHv1 atau SSHv2. Kedua belah pihak harus menggunakan versi SSH yang sama. Kemudian kedua belah pihak membentuk 2 key yang nantinya digunakan untuk mengamankan informasi yaitu Public key dan Private Key.
  • Langkah 3 : Client meminta Public Key dan Host Key milik Server begitu juga sebaliknya, Server meminta Public key dan Host Key milik Client.
  • Langkah 4 : Server-Client Setuju untuk menggunakan algoritma tertentu ketika melakukan enkripsi nantinya, misal menggunakan DES.
  • Langkah 5 : Client melakukan Enkripsi Host Key dengan Public Key Server kemudian dikirimkan ke Server dan Server melakukan Decrypt dengan mengggunakan Private Key yang dimiliki oleh Server hal yang sama juga di lakukan oleh Server. Hal ini dilakukan untuk proses otentikasi bahwa memang benar peer pasangannya lah yang hanya bisa melakukan proses pengaman informasi dengan SSH.
  • Langkah 6 : Sampai disini koneksi telah terbentuk, dan client dapat selanjutnya bekerja secara interaktif pada server atau mentransfer file ke atau dari server. Informasi antar Client Sudah Bisa dilakukan.
DES adalah salah satu protokol enkripsi secret key untuk membantu memastikan privacy dari keseluruhan komunikasi yang dimulai dengan username/password awal. Implementasi SSH pada Linux diantaranya adalah OpenSSH. Dengan Private SSH dapat menyembunyikan IP asli Anda, browsing yang aman, membuka situs yang diblokir dan tentu saja mempercepat koneksi internet.

Manfaat SSH :
  • Dengan menggunakan SSH kita dapat bergerak bebas melalui struktur file akun hosting.
  • Kita juga dapat menjalankan tugas seperti monitoring log file dan memulai atau menghentikan service. Bahkan kita juga dapat menggunakannya untuk install software ke akun hostingmu atau manage database MySQL. 
  • SSH mengijinkan Kita untuk melakukan banyak hal lebih dari standard web. 

    Di bawah ini merupakan pengoperasian SSH pada CentOS :
    • Untuk mengecek paket SSH, ketikkan perintah $ rpm -qa | grep ssh.

    • Untuk melakukan file konfigurasi pada SSH harus masuk sebagai super user terlebih dahulu. Setelah masuk, ketikkan perintah # vi /etc/ssh/sshd_config .


    • Untuk melakukan SSH kepada komputer atau server lain ketikkan perintah # ssh [server]@[IP_server]. Pada gambar di bawah saya melakukan SSH pada server OS20.

    • Untuk melakukan akses SSH tanpa login gunakan perintah $ ssh -keygen -t dsa . Setelah itu, lakukan perintah # ssh [server]@[IP_server] untuk masuk ke server tersebut.


    • Untuk mengirim file ke server lain ketikkan perintah-perintah seperti gambar di bawah Pada gambar di bawah saya mengirimkan file kepada server OS20.